Selalu saja, di balik prestasi manusia-manusia spesial pastilah ada karakter janggal yang mengagetkan mental. Dalam kasus Sabrina, hampir bisa dibilang bahwa dia sulit mendapatkan predikat anak muda zaman sekarang. Sebabnya, banyak hal yang anak muda lakukan, namun tidak dia lakukan, dan begitu pula sebaliknya. Dia melakukan apa yang tak anak muda lakukan.
![]() |
| Sekilas, Sabrina memang tampak seperti montir |
Masuk kuliah umur 14 Tahun karena berhasil membuat pesawat. Ini memang soal bakat, namun juga butuh pendidikan yang tepat.
Pasterski bermimpi menjadi ahli aeronautical, ilmu tentang
dunia penerbangan. Mimpi itu menggandakan niatnya untuk dapat
menerbangkan pesawat terlebih dahulu sebelum membangunnya. Tercapai! Dia
menerbangkan pesawat untuk pertama kalinya di umur 9 tahun! Kemudian
saat menginjak usia 14 tahun, ia mendaftar untuk kuliah di MIT
(Massachusetts Institute of Technology). Proposalnya hampir ditolak jika
Professor Peggy Uden dari MIT tak melihat aksi Pasterski di Youtube
sedang membangun pesawat bersama ayahnya.
Memang,
prestasi yang dicapainya tak lekang oleh peran ayahnya, yang membantu
membangun pesawat. Selain itu, Pasterski juga diajak ayahnya pergi ke
Canada untuk belajar pesawat lebih dalam sebelum mendaftar di MIT.
Inilah bukti bahwa bakat butuh dukungan yang tepat. Jika salah satunya
menipis, maka prestasi juga tak begitu tebal.
Fisika yang dibenci anak muda menjadi makanan sehari-hari baginya. Memang, seorang genius memiliki pilihan yang agak beda dengan zamannya.
Perempuan ini menekuni bidang yang cukup maskulin. Lihat saja aksinya yang sama sekali tak malu untuk belepotan oli alih-alih nongkrong cantik di mall setiap hari. Selain itu, Pasterski juga menekuni dunia pendidikan yang banyak dijauhi oleh anak muda masa kini. Siapa juga yang tertarik begitu dalam soal fisika? Jika iya, pastinya tak banyak, dan sesungguhnya orang-orang sedikit inilah yang berbahaya.Ketika anak seusianya sibuk dengan barbie dan meninggalkan PR matematika, Sabrina menunggangi besi-besi tua dan mengubahnya menjadi pesawat pribadi. Dan di saat, anak-anak yang lain merengek minta naik roller coaster, dirinya sudah belajar terbang dengan pesawat sungguhan! Mungkin ini yang dinamakan kebetulan yang tertata rapi.
Kini dia terdaftar sebagai kandidiat doktor di Harvard. Dan orang-orang besar pun memujinya.
![]() |
| Melakukan yang tidak dilakukan orang lain |
![]() | ||
| Perempuan muda yang berpengaruh |
Pasterski memilih untuk tidak memiliki akun sosial media. Hanya satu website untuk mengunggah karya-karyanya.
Pasterski mungkin terlalu sibuk mengganti oli dan melakukan penelitian sampai-sampai tak sempat membuat akun facebook. Ya, dia tak memiliki satupun akun sosial media. Ini juga yang membuatnya semakin fokus untuk terus meraih mimpi dan tak sibuk update lokasi tiap detik. Lagipula, mengerikan juga kalau dia update lokasi. Pagi di Harvard, siang di Nasa, sore ketemuan sama Jeff Bezos, dan malam ngobrol santai sama Hawking. Bikin ciut nyali.Untungnya, dia tak memiliki akun instagram, jadi kita enggak tahu dia lagi ngapain. Dia hanya memiliki satu website yang diberi nama physicsgirl.com sebagai ruang untuk update karya-karyanya. Tak ada selfie dalam kamus kesehariannya. Dan kalaupun lagi denger One Direction, dia merasa enggak punya niat untuk kasih tahu ke orang-orang dengan memasang tagar #np. Di saat yang lain sibuk merangkai quote untuk update esok hari, demi masang kode ke gebetan, Mbak Pasterski sibuk mencari tahu kemungkinan mengirim jomblo resek ke blackhole dengan teknologi teleport.
Jauh dari benda-benda jahat seperti alcohol dan enggan memiliki pacar.
![]() |
| Pencapaian gadis ini begitu besar |
Dunia menunggu karya selanjutnya. Seorang perempuan muda yang bersedia jauh dari aktivitas anak muda pada umumnya.
Dia adalah potret sesungguhnya dari anak muda yang tak mengalir di jalur mainstream. Di saat anak muda yang lain sibuk mengklaim dirinya anti-mainstream (yang jadi mainstream), dia bergerak dalam keheningan. Aktivitasnya adalah sebuah usaha untuk menyusun kepingan alam semesta menjadi temuan yang tak terkira harganya. Itu semua adalah usaha kerasnya yang berakhir menjadi pencapaian yang mahalnya tiada taraDia digadang-gadang menjadi penerus Einstein oleh karyanya yang membahas soal angkasa luar. Namun, satu hal yang sungguh membuat iri adalah pencapaiannya yang berhasil menghidupi mimpi masa kecil. Pilot adalah cita-cita yang mengagumkan. Dia berhasil mencapainya, di usia yang sangat muda bahkan belia dan terbang dengan pesawatnya sendiri, bukan milik perusahaan apalagi sewaan. Ya, sebab dia menjalani apa yang tak dijalani kebanyakan orang. Dalam diam…You don t need luck when you have good science. (Kamu tak membutuhkan keberuntungan jika memiliki pengetahuan yang baik) - Sabrina Gonzales Paterski
Sumber: http://www.hipwee.com






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Semoga bermanfaat